Pages

Wednesday, June 29, 2011

Kita yang Memilihnya

Assalamu'alaikum.


Dalam kepalaku, ada tiga perkara:
(1) cuti menghampiri, apa rancangan untuk memanfaatkannya?
(2) final exam kian mendekat, tapi masih belum membaca?
(3) rindunya pada adik-adik dan junior-juniorku...

Mood membaca masih belum kunjung tiba.
Haih...

Malam ini malm 27 Rejab.
Malam Isra' Mi'raj.
Kalau anda perasaan...

Mencuri sedikit masa,
menyelusuri beberapa website,
mendalami hal ehwal Isra' Mi'raj,
banyak juga yang dapat diperlajari.

Memetik satu peristiwa darinya,
ketika Nabi SAW disuakan antara arak dan susu,
maka Nabi SAW memilih susu untuk diminum.

Apa hikmahnya?
Memetik Kata-kata Suci Allah,
"Maka Allah mengilhamkan kepadanya kedurhakaan dan ketaqwaan. Sungguh, beruntung orang yang menyucikannya, dan sungguh merugi orang yang mengotorinya." [QS As-Syams, 91: 8-10]

Begitulah kehidupan manusia,
diberikan dua pilihan,
dan kitalah yang menentukannya,
samada ingin menyucikan pilihan itu,
atau membiarkannya berhabuk kotor!


"There is no accident!'
Dipetik dari cerita Kungfu Panda,
kata-kata yang penuh makna,
diucap oleh Master Ugway.

Dalam Islam,
kita wajib beriman dengan Qadar dan Qada'.

Tiada sesuatu pun,
yang terjadi secara kebetulan,
melainkan telah dirancang dengan penuh Hikmah,
oleh Tuhan Yang Maha Mengetahui akan tiap-tiap sesuatu.

Masa depan itu pasti milik Islam,
tiada yang dapat mengubahnya.

Yang tinggal,
adakah kita termasuk orang yang mengembalikan,
kegemilangan Islam itu?

Atau kita hanya tengok-tengok sahaja?
Tanpa berbuat apa-apa?


~ foto: program Spiritual, Physical, Intellectual, Emotional, Social (S.P.I.E.S) anjuran negeri Selangor ~

Jadi,
adakah anda pilih untuk berjaya,
atau untuk bermalas-malasan?

Assalamu'alaikum.
"Always remember ALLAH"

3 yang kongsi idea:

adysuR said...

Salam.
Moga dipermudahkan segala urusan. Bittaufiq wannajah fil imtihan fil umuri dunya wal akhirah!

=)

Muhammad Syaakir said...

satu lagi kata-kata dari hamidi...

Al-Fakir Hamidi said...

Adysur:
Wassalam. wa iyyaki. Syukran :)


Syaakir:
anda pula bila ingin berkata-kata? :)

There was an error in this gadget